Mengenal Kecerdasan Emosional dan Ciri-Cirinya

kecerdasan emosional ialah kemampuan mengatur dan menjaga emosi, kesadaran diri, kendali diri, empati, motivasi, keterampilan sosial.

Pasti kamu pernah dong ikut tes IQ (Intelligent Quotient) di sekolah atau saat ujian penerimaan sekolah? Tes IQ ini berguna untuk mengukur kemampuan akademik dan memprediksi kemampuan seseorang saat bekerja. Namun jika berbicara mengenai kecerdasan manusia, tentunya tidak bisa hanya diukur melalui IQ saja.

Apakah kamu pernah mendengar kecerdasan manusia lainnya, yaitu kecerdasan emosional atau EQ (Emotional Quotient)?  Yuk, sekarang kita bahas tentang apa itu kecerdasan emosional beserta ciri-cirinya berikut ini.

Apa Itu Kecerdasan Emosional?

Menurut Goleman (2017), kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur emosi, menjaga emosi, dan pengungkapan melalui kesadaran diri, pengendalian diri, empati, motivasi diri, dan keterampilan sosial.

Meskipun tidak seterkenal kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional berperan penting dalam mengenali emosi yang kamu rasakan. Selain itu, kecerdasan emosional juga memberikan perasaan empati dan peka terhadap lingkungan sekitar.

Jika kamu memiliki kecerdasan emosional yang baik, kamu akan mudah mengatasi permasalahan sosial yang ada di lingkungan kamu. Selain itu, kecerdasan emosi dapat memberikan kesehatan mental yang stabil.

Baca juga kumpulan artikel tentang Pikologi Pendidikan dan Metode Pembelajaran

Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional

Lalu apa saja ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan emosional? Yuk simak pembahasanya berikut ini!

1. Kontrol Diri

Kontrol diri adalah serangkaian proses yang dapat membentuk psikologi, fisik, dan pola perilaku pada individu sehingga dapat menentukan perilaku yang keluar berdasarkan standar tertentu, seperti moral, aturan masyarakat, dan nilai yang dianut oleh masyarakat agar dapat mengarah ke perilaku yang positif.

Kontrol diri menjadi penting untuk dimiliki, khususnya ketika berinteraksi dengan orang lain atau berada di lingkungan dan budaya baru. Tidak memiliki kontrol diri dapat mengakibatkan seseorang untuk sulit dalam mengendalikan emosinya.

Biasanya, orang tersebut cenderung untuk cepat marah, memberontak, gampang terpengaruh dengan lingkungannya, sehingga mereka dapat menciptakan masalah dengan sekitarnya. Lebih parahnya lagi, dapat mengakibatkan individu berperilaku kriminal.

Baca juga beragam TIPS belajar, pembelajaran, dan dunia keseharian.

Terdapat 5 aspek kontrol diri, meliputi: 

  1. Disiplin diri, ketika individu memiliki kemampuan melakukan disiplin diri seperti mematuhi peraturan di lingkungannya.

  2. Tindakan tidak impulsif, ketika individu memiliki kemampuan untuk tidak melakukan tindakan impulsif seperti membeli barang untuk kesenangan secara berlebihan, terlalu banyak makan, membatalkan rencana tiba-tiba.

  3. Kebiasaan baik, ketika individu memiliki kemampuan untuk mengatur perilaku menjadi sebuah kebiasaan yang dapat berdampak positif. Contohnya berolahraga, membaca buku.

  4. Etika baik, ketika individu memiliki kemampuan untuk memberikan perhatian penuh pada pekerjaan yang mereka kerjakan.

  5. Keterandalan dan keajegan, ketika individu memiliki kemampuan untuk melakukan rancangan jangka panjang untuk mendapatkan pencapaian tertentu. Misalnya, konsisten melakukan diet untuk menghasilkan berat badan yang ideal.
Baca juga Ironi Kesehatan Jiwa | Ray W. Basrowi

2.  Mempunyai Self Awareness

Self awareness adalah kemampuan seseorang untuk mengenal dan mengerti atas emosi yang dirasakannya. Mereka yang memiliki kemampuan self awareness dapat mengetahui dampak atau efek dari tindakan, emosi, atau mood yang akan dikeluarkan terhadap orang lain. 

Self awareness sangat penting dimiliki agar seseorang dengan mudah mengenali emosinya, sehingga dapat mengeluarkan perilaku yang tepat pada lingkunganya.

Individu yang memiliki self-awareness yang baik akan mampu mengenal kelebihan serta kemampuan dirinya. Mereka akan lebih percaya diri dalam  mengelola potensi yang dimiliki dan menyuarakan pandangan atau keyakinannya, sehingga mereka dapat tegas membuat keputusan yang tepat walaupun dalam tekanan atau keadaan yang tidak pasti.

Baca juga Mengenal Gangguan Kecemasan Lebih Dekat: Pengertian, Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Cara Terapinya

3. Berempati

Empati adalah perasaan ketika individu dapat mengerti, merasakan, dan membayangkan apa yang orang lain rasakan. Perasaan ini sangat penting untuk membangun kepercayaan yang erat dengan orang lain. 

Adapun ciri-ciri manusia yang memiliki empati yaitu:

  • Menjadi pendengar yang baik
  • Memahami perasaan orang lain
  • Selalu mengusahakan untuk membantu orang lain
  • Memiliki kepedulian terhadap orang lain
  • Suka merasa lelah dengan situasi sosial yang ada

Tingkat perasaan empati dapat berbeda pada masing-masing individu dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pola asuh orang tua dan pengalaman masa lalu.

Mempunyai perasaan empati ternyata memiliki banyak manfaat, misalnya dapat membantu individu untuk tetap tertib pada peraturan sosial, membangun hubungan sosial yang erat, melatih perilaku saling menolong antar individu, meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Baca juga: Bertumbuh dengan Merelakan

4. Mengenali Batas Kemampuan Diri

Dapat mengetahui batas kemampuan dan keunggulan pada diri mereka merupakan ciri bahwa seseorang yang memiliki kecerdasan emosional. Mereka tahu batasan dalam bertindak sehingga mereka tidak  bertindak seolah-olah tahu segalanya.

Orang yang mengenal kemampuannya akan memanfaatkan kelebihannya dengan baik sehingga mereka dapat menghasilkan hal yang positif. Begitupun dengan kekurangan, orang yang memiliki kecerdasan emosional akan dapat mengakui kekurangannya. 

Mereka tidak akan malu mengakui kekurangannya, karena dari sanalah mereka dapat membuka pikiran menjadi luas dan mendapatkan banyak pelajaran. 

Baca juga: Kesadaran dan Ketaksadaran

5. Tidak Menyimpan Dendam

Orang yang memiliki kecerdasan emosional adalah orang yang tidak menyimpan amarah atau dendam dalam hatinya. Dendam atau amarah biasanya adalah respon stres dari suatu pengalaman masa lalu, cara pandang individu, lingkungan masa kecil dan kejadian masa yang membuat tubuh mengeluarkan mode fight or flight. 

Mode fight or flight adalah suatu respon yang dikeluarkan tubuh ketika tubuh mendeteksi suatu ancaman pada suatu kejadian yang membuat individu memilih untuk melawan (fight) atau flight (kabur/mode pertahanan diri).

Dampak dari seringnya menyimpan amarah atau dendam yaitu individu akan lebih rentan mengalami peningkatan tekanan darah, penyakit jantung, depresi, hingga mengalami kecemasan yang berlebihan.

Baca juga beragam CERPEN atau PUISI untuk menghibur dan memotivasi jiwa serta pikiranmu setelah seharian beraktivitas, bekerja, dan belajar.

Mereka yang memiliki kecerdasan emosional yang baik tidak akan berlama-lama menyimpan amarah dalam hati, karena mereka lebih fokus pada aksi dan solusi untuk keluar dari ancaman.

Selain itu, mereka juga menjadi pemaaf dan mudah mengatasi perasaan dendam kepada seseorang yang berbuat salah kepada mereka. Hal ini tentunya dapat memproduksi emosi yang lebih positif

Kecerdasan dalam mengelola emosi sangat penting  dimiliki oleh setiap individu. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental individu dan hubungan sosial. Jika kamu merasa belum memiliki kecerdasan emosional yang baik, yuk mulai berlatih diri dari sekarang.

Baca juga beragam artikel Sudut Pandang dari berbagai tokoh berpengaruh, akademisi, dan para pemikir atau ahli

*Disarikan dari berbagai sumber yang kredibel.

Ruang Literasi dan Edukasi

Post a Comment