Relasi atau Hubungan Antarmakna

Relasi makna atau hubungan antar makna adalah makna kata yang memiliki hubungan atau relasi makna kata yang lain.

Relasi makna atau hubungan antar makna adalah makna kata yang memiliki hubungan atau relasi makna kata yang lain. Hubungan antar makna ternyata terdapat kata yang bertentangan maknanya, hal ini dibahas dalam bagian anonimi. 

Selain itu, terdapat pula bentuk yang sama tetapi makna berbeda, sementara ada kata yang dalam bentuknya berbeda namun maknanya lebih dari satu, makna dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan lain, hal-hal tersebut dibicarakan dalam bagian homonimi, sinonimi, polisemi, dan hoponimi.

Baca juga Makna Kata: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Hubungan Antar Makna

Berikut ini adalah jenis-jenis hubungan antar makna selengkapnya.

1. Homofon

Homofon adalah kata-kata yang memiliki kesamaan bunyi, namun memiliki bentuk makna yang berbeda. Berikut ini contohnya.

  • Aku sangsi orang itu mendapatkan sanksi. (sangsi = ragu, sanksi = hukuman)
  • Mobil colt itu mengangkut banyak kol. (colt = jenis mobil, kol = jenis sayuran)
  • Penyanyi rock itu memakai rok. (rock = aliran musik, rok = pakaian wanita)
  • Joni meng-copy data sambil minum kopi. [copy = menyalin (bahasa Inggris), kopi = jenis minuman]

Baca juga Reduplikasi: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

2. Homograf

Homograf adalah hubungan antarkata yang memiliki kesamaan bentuk penulisan, namun memiliki makna dan bunyi yang berbeda. Berikut ini contohnya.

  • Wajahnya berseri setelah menonton film berseri. (wajah berseri = wajahnya terlihat senang, film berseri = film bersambung)
  • Jono makan apel setelah mengikuti apel pagi. (makan apel = buah, mengikuti apel = upacara)
  • Dia naik sedan sambil tersedu sedan. (naik sedan = mobil, tersedu sedan = menangis sesenggukan)

Baca juga beragam artikel KEBAHASAAN biar keterampilan bahasamu makin jago.

3. Homonim

Homonim adalah hubungan antarkata yang memiliki kesamaan bunyi dan tulisan, namun berbeda makna. Berikut ini contohnya.

  • Ular berbisa itu bisa membunuh. (berbisa = beracun, bisa membunuh = dapat membunuh).
  • Gigiku tanggal pada tangal 10 Februari 2020. (Gigi tanggal = copot, tanggal 10 = hitungan waktu dalam bulan).
  • Aku membeli palu di Palu. (membeli palu = alat pertukangan, di Palu = daerah).

4. Polisemi

Polisemi adalah bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang memiliki makna ganda atau banyak arti, tetapi masih terdapat hubungan kesamaan atau kemiripan. Berikut ini contohnya.

  • Ia menjadi kepala desa. (kepala = pimpinan).
  • Kepala Joko sakit. (kepala = bagian atas tubuh).

Baca juga AFIKSASI: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

5. Hipernim

Hipernim adalah bentuk hubungan makna yang cakupan katanya lebih luas daripada beberapa kata lainnya. Berikut ini contohnya.

  • Kendaraan (mobil, motor, sepeda)
  • Bunga (mawar, melati, anggrek)

6. Hiponim

Hiponim adalah bentuk hubungan makna yang tingkatan katanya lebih sempit di bawah kata yang lebih luas. Berikut ini contohnya.

  • Mobil, motor, sepeda (kendaraan)
  • Mawar, melati, anggrek (bunga)

Baca juga CERPEN dan PUISI untuk menghibur dan memotivasi jiwa dan pikiranmu setelah seharian lelah beraktivitas, bekerja, atau belajar.

7. Sinonim

Sinonim adalah hubungan antarkata dengan makna yang memiliki kesamaan atau kemiripan. Berikut ini contohnya.

  • Rudi amat berani melawan begal itu. (amat = sangat)
  • Artis itu sangatlah sombong. (sombong = angkuh)
  • Agar mendapatkan hadiah, Andi belajar dengan giat. (Agar = supaya)

8. Antonim

Antonim adalah hubungan antardua kata atau lebih yang saling berlawanan makna. Antonim dibedakan menjadi:

a. Antonim Mutlak

Antonim mutlak adalah antonim yang sifat keantonimannya mutlak dan hanya terjadi pada dua kata yang berantonim. Antonim jenis ini tidak dapat digantikan oleh kata yang lainnya. Berikut ini contohnya.

  • Jantan >< betina
  • Diam >< bergerak
  • Hidup >< mati

Baca juga ragam artikel BUDAYA biar makin mencintai keberagaman yang ada di negeri kita tercinta, Indonesia.

b. Antonim Gradual atau Tingkatan

Antonim gradual adalah jenis antonim dengan memasangkan sebuah kata dengan memasangkan sebuah kata dengan kata atau kelompok kata yang sifatnya bertingkat. Berikut ini contohnya.

  • Gemuk >< kerempeng
  • Gemuk >< kurus
  • Gemuk >< langsing

Dilihat dari kata yang berantonim, sebuah antonim dapat terjadi antara kata dengan kata dasar, kata dengan kata berafiks atau kata dengan frasa.

Baca juga ragam artikel SEJARAH biar tidak melupakan Jas Merah. 

c. Antonim Relasional

Antonim relasional adalah pertentangan dua kata yang kehadirannya saling membutuhkan. Berikut ini contohnya.

  • Bapak x anak
  • Guru x siswa
  • Suami x istri

d. Antonim Hierarki

Antonim hierarki adalah pertentangan antara kata-kata yang maknanya berada dalam posisi tingkatan (jabatan). Berikut ini contohnya.

  • Jenderal >< kapten
  • Presiden >< menteri
  • Kilogram >< gram

Baca juga beragam FEATURE atau SOSOK INSPIRATIF lainnya. 

e. Antonim Majemuk

Antonim majemuk adalah antonim yang memungkinkan sebuah kata berantonim dengan kata yang lainnya selain pasangan sebelumnya.Berikut ini contohnya.

  • Merah >< putih (diasosiasikan dengan warna bendera Indonesia)
  • Merah >< hitam (diasosiasikan dengan warna tua)
  • Merah >< hijau (diasosiasikan dengan warna lampu lalu lintas)

Baca juga beragam TIPS belajar, pembelajaran, dan dunia keseharian.

*Disarikan dari berbagai sumber yang kredibel.

Ruang Literasi dan Edukasi

Post a Comment