Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya

Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya

Proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 merupakan momentum atas berakhirnya rentetan penderitaan bangsa Indonesia dari penjajah. Proklamasi kemerdekaan tidak akan pernah terjadi apabila tidak ada persatuan dan kesatuan di antara warga negara Indonesia. Persatuan dan kesatuan merupakan modal utama dalam membangun dan mempertahankan eksistensi sebuah negara.

Hal tersebut tak lain agar negara mampu menjadi negara yang mandiri dan terbebas dari berbagai intervensi atau campur tangan asing. Proklamasi telah melahirkan Indonesia sebagai negara baru yang mempunyai kedudukan sejajar dengan bangsa lain yang sudah merdeka terlebih dahulu.

Baca juga ragam artikel SEJARAH biar tidak melupakan Jas Merah.

Dalam artikel ini akan dibahas secara singkat, padat, dan jelas tentang makna persatuan dan kesatuan sebuah bangsa dalam perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik

  1. Bahwa keutuhan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan mitra seluruh bangsa, serta menjadi modal dan milik bersama bangsa.

  2. Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah, memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang seluas-luasnya.

  3. Bahwa secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa.

    Baca juga ragam artikel KEBUDAYAAN

  4. Bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan negara, yang melandasi, membimbing dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya.

  5. Kehidupan politik di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

  6. Bahwa seluruh kepulauan Nusantara merupakan kesatuan hukum, dalam arti bahwa hanya ada satu hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional.

  7. Bangsa Indonesia hidup berdampingan dengan bangsa lain, ikut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negeri bebas aktif serta diabadikan untuk kepentingan nasional.
Baca juga ragam artikel tentang SOSOK yang akan menginspirasi dirimu.

Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Ekonomi

  1. Bahwa kekayaan wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa, keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air.

  2. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri-ciri khas yang dimiliki oleh daerah-daerah dalam mengembangkan ekonominya.

  3. Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi kemakmuran rakyat.
Baca juga beragam CERPEN 

Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya

  1. Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata, dan seimbang serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan kemajuan bangsa.

  2. Bahwa budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu. Corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya bangsa seluruhnya, yang hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.

Baca juga rangkuman materi PKn Lainnya:

*Disarikan dari sumber-sumber literatur yang kredibel dan dari Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan karya Yuswana Lubis dan Mohamad Sodeli, cetakan ke-2 Edisi Revisi (2017), terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ruang Literasi dan Edukasi

Post a Comment