Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

Proklamasi kemerdekaan yang dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 berhasil disebarkan beritanya oleh F. Wuz melalui stasiun radio Domei. Pihak Jepang yang mengetahui hal ini memerintahkan untuk menghentikan penyebaran berita itu.

Meskipun demikian, berita proklamasi berhasil sampai di beberapa daerah dan diteruskan ke masyarakat karena Waidan B Palenewen (Kepala Bagian Kantor Berita Domei) memerintahkan F. Wuz untuk terus menyiarkan berita itu setiap setengah jam hingga pukul 16.00 (Soedjono dan Leirissa, 2012). 

Untuk menghindari sensor dari tentara Jepang, ada kalanya berita proklamasi disebarkan dalam bahasa daerah, misalnya Radio Surabaya yang menyiarkan berita tersebut dalam Bahasa Madura yang tidak diketahui oleh Jepang (Padmodiwiryo, 2015).

Para pemuda di Jakarta yang terlibat dalam peristiwa di sekitar proklamasi kemerdekaan juga berhasil mencetak naskah proklamasi dan menyebarkannya. 

Baca juga kumpulan Materi Sejarah Kelas XI

Beberapa pemuda ditugaskan sebagai kurir untuk mengantarkan naskah itu dan menyampaikan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia ke berbagai daerah. Berita proklamasi juga disebarkan melalui berbagai surat kabar yang beredar di masa itu.

Berikut ini beberapa penyebaran berita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di berbagai wilayah Indonesia.

1. Penyebaran di Jawa

Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia tersebar di Pulau Jawa melalui berbagai cara, misalnya melalui telegram, siaran radio, selebaran, surat kabar, kurir, dari mulut ke mulut dan sebagainya. 

Penyebaran berita yang paling cepat dilakukan melalui telegram dari kantor berita Domei Jakarta ke berbagai cabangnya seperti di Bandung dan Yogyakarta yang diterima 17 Agustus 1945 pukul 12.00 siang.

Penyebaran berita proklamasi yang juga berlangsung secara cepat melalui radio. Siaran radio dari Jakarta diterima di berbagai daerah di Jawa, misalnya di Cirebon, Surakarta, Semarang, Madiun, Surabaya, Malang, dan sebagainya. Berita yang diterima dari Jakarta itu selanjutnya disiarkan melalui radio di wilayah masing-masing, maupun dari mulut ke mulut. 

Para pemuda yang ikut terlibat atau mendengar peristiwa proklamasi kemerdekaan di Jakarta turut menyebarkan berita ke berbagai wilayah, misalnya Yakub Gani yang pergi ke Bekasi untuk menyebarkan berita gembira tersebut.

Contoh lain adalah Datuk Jamin dan Sumanang yang merupakan utusan dari Asrama Menteng 31 untuk menyebarkan berita proklamasi ke Tangerang.

Penyebaran berita proklamasi di beberapa daerah juga dilakukan dalam kegiatan keagamaan, misalnya dilakukan setelah shalat berjamaah seperti yang terjadi di Bekasi. 

Contoh lain adalah penyebaran berita proklamasi melalui khutbah Jumat 17 Agustus 1945 yang terjadi di Masjid Besar Alun-alun Utara dan Masjid Pakualaman di Yogyakarta. 

Berita tersebut semakin tersebar luas berkat usaha Ki Hajar Dewantara dan guru-guru Taman Siswa yang melakukan pawai sepeda dan menyebarkan berita gembira tentang kemerdekaan Indonesia.

Baca juga ragam artikel SEJARAH biar engkau menjaga pesan Soekarno "Jas Merah"

2. Penyebaran di Sumatra

Berita proklamasi tersebar di Sumatra melalui radio, telpon, kurir, dari mulut ke mulut, dan sebagainya. Sejak tanggal 17 Agustus 1945 malam, berita proklamasi telah sampai di Bukittinggi dan Padang melalui siaran radio.

Keesokan harinya, A.K. Gani mengirimkan berita proklamasi melalui telepon ke pimpinan buruh pertambangan minyak Jambi. Beliau juga menyebarkan berita itu ke Bangka Belitung di hari yang sama.

Para anggota PPKI yang berasal dari Sumatra (Teuku Mohammad Hasan, A. Abas, dan M.Amir) juga turut menyebarkan berita proklamasi. Mereka kembali dari Jakarta menggunakan pesawat terbang dan mendarat di Palembang pada 24 Agustus 1945. 

Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan melalui jalur darat ke wilayah masing-masing dan menyebarkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Baca juga ragam artikel KEBAHASAAN biar diksimu makin banyak dan kemampuan bahasamu makin jago.

3. Penyebaran di Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara)

Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia pertama kali diterima di Bali oleh para pemuda dan kelompok elite melalui siaran radio pada 17 Agustus 1945. Selain itu, I Gusti Ketut Pudja yang merupakan anggota PPKI juga membawa berita itu sekembalinya dari Jakarta.

Ia mengumumkan secara resmi berita tersebut pada 23 Agustus 1945. Berita itu selanjutnya disebarkan melalui kurir ke Kupang pada akhir

Baca juga: Bertumbuh dengan Merelakan

4. Penyebaran di Kalimantan

Rakyat Kalimantan mengetahui tentang berita kemerdekaan Indonesia dari berbagai sumber dan media. Berita itu ada yang didapatkan melalui siaran radio seperti yang terjadi di Pontianak pada 18 Agustus 1945.

Ada pula yang mendapatkan berita dari para pelaut yang datang dari Jawa ke beberapa pelabuhan seperti Sampit, Pangkalan Bun, Pagatan, Kuala Kapuas, dan Pulang Pisau.

Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia sampai di Balikpapan melalui para pekerja BPM (Bataviasch Petroleum Maatschappij) yang datang dari Jawa untuk memperbaiki kilang minyak yang rusak akibat perang. 

Di wilayah lain seperti Puruk Cahu, Martapura, Marahaban dan Pelaihari, berita proklamasi justru dibawa oleh tentara Australia yang bertugas melucuti senjata tentara Jepang.

Baca juga beragam artikel Sudut Pandang dari berbagai tokoh berpengaruh, akademisi, dan para pemikir atau ahli

5. Penyebaran di Sulawesi

Peristiwa proklamasi kemerdekaan sebenarnya sudah didengar di beberapa wilayah di Sulawesi melalui siaran radio 17 Agustus 1945. Namun, berita itu belum menyebar secara luas. Penyebaran berita secara luas baru terjadi setelah kepulangan para pemimpin Sulawesi dari Jakarta.

Pada 20 Agustus 1945, G.S.S.J. Ratulangie tiba di Bulukumba. Ia dan timnya kemudian menyebarkan berita tersebut ke utara, sementara penyebaran berita ke selatan dilakukan oleh tim Lanto Daeng Pasewang.

Pada akhir Agustus 1945, berita proklamasi sudah menyebar di Maros. Berita itu juga dibawa oleh para pelayar dan pelaut yang datang dari Jawa pada bulan September 1945.

Baca juga CERPEN dan PUISI untuk menghibur dan memotivasi jiwa dan pikiranmu setelah seharian lelah beraktivitas, bekerja, atau berdoa.

6. Penyebaran di Maluku dan Papua

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan Indonesia terlambat diterima di Maluku dan Papua. Minimnya sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi merupakan salah satu penyebab terlambatnya penyebaran berita proklamasi di sana. 

Berita proklamasi kemerdekaan baru diterima oleh para pemuda di Ambon pada bulan Oktober 1945. Berita proklamasi justru telah sampai terlebih dahulu di Papua pada akhir Agustus 1945 melalui pamlet dan siaran radio yang ditangkap dari Australia.

Pengasingan Politik Indonesia (Indonesian Political Exile Association atau IPEA) yang diasingkan oleh Belanda ke Australia mengetahui tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia melalui siaran radio. 

Mereka kemudian membuat selebaran yang disebarkan ke Brisbane, Sydney, Melbourne, Merauke, Balikpapan, dan sebagainya. Dari Merauke inilah berita proklamasi kemerdekaan Indonesia disebarkan ke berbagai wilayah di Papua.

Setelah membaca penyebaran berita proklamasi di berbagai wilayah Indonesia, bagaimanakah penyebaran berita proklamasi di daerah kalian? Apakah penyebaran proklamasi dilakukan melalui radio, media cetak atau dengan cara yang lain? Tahukah kalian bagaimana sambutan masyarakat di berbagai daerah setelah mendengar berita proklamasi kemerdekaan tersebut?

*Disarikan dari sumber-sumber literatur yang kredibel.