Mengapa Perlu Mempelajari Ilmu Sejarah? | Pengertian Ilmu Sejarah Menurut Ahli dan 6 Dasar Alasannya

Pengertian sejarah menurut ahli. Pengertian Ilmu sejarah secara umum dan menurut para ahli. Alasan perlunya belajar sejarah.


Pasti kalian sudah tidak asing lagi mendengar kata sejarah. Terlebih Sang Proklamator, Bung Karno, pernah menitipkan “Jas Merah” yang artinya jangan sekali-kali melupakan sejarah. Selama ini, setelah kalian belajar sejarah di bangku sekolah, apakah kalian mengetahui sejarah dari keluarga kalian? Apakah kalian sudah mengetahui silsilah keluarga kalian? Coba sejenak renungkan.

Udah, merenungnya dilanjut nanti aja. Sekarang, kita kembali ke tema bahasan kali ini, apa sih pentingnya belajar sejarah itu?

Agar mengetahui dan memahami kehidupan manusia dan masyarakat yang terjadi di masa lampai, maka memerlukan suatu ilmu. Ilmu tersebut tak lain adalah ilmu sejarah.

Secara etimologis, istilah sejarah dalam bahasa Indonesia menurut beberapa ahli berasal dari bahasa Arab yaitu شجرة dibaca šajaratun artinya pohon kayu. 

Yamin (1958) menjelaskan bahwa pohon melambangkan pertumbuhan dan perkembangan yang berkesinambungan. Pertumbuhan pohon yang terus menerus dimaknai sebagai asal-usul, riwayat, silsilah, dan hikayat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah sejarah mengandung tiga definisi, yaitu (1) asal-usul (keturunan) silsilah; (2) kejadian dan peristiwa yang benar terjadi pada masa lampau; riwayat; tambo; cerita; dan (3) pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau.

Dalam bahasa Inggris, istilah sejarah dalam kamus Cambridge (2008) yaitu “history” yang mengandung arti kajian atau catatan tentang peristiwa yang terjadi pada masa lampau berupa peristiwa dalam kurun waktu tertentu suatu negara atau subjek lain.

Dalam bahasa Yunani, sejarah berasal dari kata “historia” yang mengandung arti orang pandai. Sejarawan E.H. Carr (1982) mengungkapkan bahwa sejarah merupakan suatu proses interaksi yang berkelanjutan antara sejarawan dan fakta-fakta yang dimilikinya. Sejarah adalah suatu dialog yang abadi antara masa sekarang dan masa lampau.

Jacson J. Spielvogel (2005) menjelaskan sejarah sebagai catatan tentang masa lalu. Sederhananya, pengertian sejarah sebagai ilmu adalah ilmu yang mempelajari peristiwa, orang, negara, atau kehidupan yang terjadi pada masa lalu.

Kuntowijoyo (2013), sejarawan Indonesia, mengungkapkan bahwa kajian ilmu sejarah bukan mitos belaka karena ilmu sejarah mempelajari peristiwa yang sungguh terjadi dan nyata. Keberadaan ilmu sejarah bisa dilacak sampai abad ke-5 SM melalui kehadiran karya Herodotus (484 SM-425 SM ) yang berjudul Historie tentang sejarah Perang Yunani-Persia. Ketika menulis tentang perang tersebut, Herodotus sudah menggunakan berbagai sumber sejarah baik melalui pengamatan, prasasti, dan cerita lisan sehingga karyanya sudah memenuhi prosedur ilmiah.

Boleh dikatakan, Herodotus adalah pelopor penulisan sejarah sesuai kaidah ilmu pengetahuan. Atas jasanya, Herodotus dijuluki sebagai “Bapak Sejarah”. Selanjutnya tradisi itu diteruskan oleh Thucydides (456- 396 SM) yang menuliskan tentang Perang Peloponesia antara Athena dan Sparta (Syukur, 2008).

Seseorang yang mempelajari dan menyampaikan sejarah dengan menggunakan sumber informasi dari asa lalu disebut sebagai sejarawan. Pada dasarnya, ilmu sejarah mempelajari berbagai peristiwa pada masa lampau yang berguna untuk menjelaskan dan mengungkap berbagai peristiwa pada hari ini dan masa mendatang. Hal inilah yang dimaksud dengan masa lalu selalu aktual dan relevan.

Ilmu sejarah memiliki beragam kegunaan atau manfaat. Berikut ini kegunaan dan manfaat ilmu sejarah yang sudah disarikan dari berbagai sumber kredibel.

  1. Menjelaskan bagaimana manusia dan tindakan mereka mungkin dipengaruhi oleh beragam situasi, seperti situasi sosial, politik, ekonomi, atau kondisi geografis. Melalui sejarah, kita akan memahami perilaku manusia dan nilai-nilai suatu masyarakat.
  2. Memberikan pemahaman bahwa orang-orang pada masa lalu mungkin tidak memiliki nilai yang sama seperti saat ini. Pemahaman tentang masa lamapu akan membantu kita untuk menghindari kesalahan agar tidak mengulang lagi peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau.
  3. Mengenal siapa diri kita sebagai pribadi atau secara kolektif (sebagai bagian dari suatu kelompok masyarakat dan bangsa). Pemahaman tentang identitas akan menumbuhkan sikap percaya diri dan ikatan sosial, misalnya ketika kita mengetahui sejarah keluarga maka akan menumbuhkan jiwa saling membantu dan melengkapi karena menjadi bagian dari suatu keluarga.
  4. Memahami memori dan tradisi yang diwariskan oleh generasi sebelumnya ke generasi mendatang hingga bagaimana sejarah membentuk kondisi kita saat ini.
  5. Menumbuhkembangkan kecakapan kritis, kreatif, imajinatif, dan reflektif.
  6. Menumbuhkembangkan kecakapan ilmiah seperti mencari sumber (heuristik, memilah sumber (verifikasi), dan menganalisis sumber sejarah (interpretasi).

Reverensi:
  • Carr, E.H. 1982. Apa itu Sejarah?. Depok: Komunitas Bambu
  • C. U. Press. 2008.  Cambridge Advanced Learner’s Dictionary. Cambridge University Press
  • Duiker, William dan Spielvogel, Jackson (2005). The Essential World History. Cengage Learning
  • Kemendikbud. 2023. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V Luring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud RI
  • Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana
  • Spielvogel, Jackson J. (1998). World history: the human Odyssey. Cincinnati, AS: West Educational Publishing
  • Syukur, A. (2008). Perkembangan Historiografi Barat Pasca Herodotus. Jurnal Sejarah Lontar, 5(1), 56-62.
  • Yamin, M. 1958. 6000 Tahun Sang Merah Putih. Jakarta: Balai Pustaka 
Ruang Literasi dan Edukasi

Post a Comment