-->

Teks Laporan Hasil Observasi (Pengertian, Struktur, Ciri-ciri, Kebahasaan)

Pengertian 

Teks laporan hasil observasi merupakan teks yang berisi tentang pembahasan atau penjabaran sesuatu yang merupakan hasil dari observasi atau pengamatan. Teks ini juga sering disebut dengan teks klasifikasi karena di dalamnya terdapat klasifikasi tentang sesuatu yang berdasarkan kriteria khususnya. Jenis teks ini selalu berisi tentang deskripsi bentuk, ciri-ciri, dan sifat umum dari objek yang diamati baik itu benda, manusia, hewan, tumbuhan dan lain sebagainya.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

  1. Definisi Umum/klasifikasi (pembukaan) berisi pengertian akan sesuatu yang dibahas.
  2. Deskripsi Bagian, berisi gambaran tentang sesuatu secara jelas dan terperinci.
  3. Deskripsi Manfaat, bagian yang berisi manfaat atau kegunaan.

Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi

  1. Struktur teksnya terdiri atas definisi umum, deskripsi bagian, deskripsi manfaat.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta.
  3. Bersifat objektif dan tidak memihak.
  4. Ditulis secara lengkap dan sempurna.
  5. Bersifat universal dan global.

UNSUR KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

KATA, FRASA, VERBA, NOMINA

  1. KATA merupakan satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal (misal: batu, rumah, datang) atau gabungan morfem (misal: pejuang, pancasila, mahakuasa). Morfem
  2. FRASA merupakan  gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif (misal: gunung tinggi disebut frasa karena merupakan konstruksi nonpredikatif).
  3. VERBA merupakan Kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan; kata kerja.
  4. NOMINA/KATA BENDA merupakan kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dng kata tidak, msl rumahadalah nomina karena tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa.

AFIKSASI

Afiks adalah bentuk terikat yang apabila ditambahkan ke bentuk lain akan mengubah makna gramatikalnya (Kridalaksana, 1993). Dasar yang dimaksud pada penjelasan tersebut adalah bentuk apa saja, baik sederhana maupun kompleks yang dapat diberi afiks apapun (Samsuri, 1988). Sebagai contoh, satuan gramatik {meN-}, {di-}, {ter-}, {ke-an}, {se-nya}, {memper-}, {memper-i}, {ber-an} dan sebagainya.

Afiksasi ialah proses pembentukan kata dengan cara menggabungkan afiks pada bentuk dasar atau juga dapat disebut sebagai proses penambahan afiks atau imbuhan menjadi kata.

Jenis-Jenis Afiksasi

  1. PREFIKS merupakan imbuhan yang ditambahkan pada bagian awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar.
  2. KONFIKS merupakan afiks tunggal yang terjadi dari dua unsur yang terpisah.
  3. SUFIKS merupakan afiks yang ditambahkan pada bagian belakang kata dasar.

KALIMAT DEFINISI DAN KALIMAT DESKRIPSI

Contoh kalimat definisi:

“D’topeng adalah salah satu tempat wisata yang terletak di kota Batu, Jawa Timur.”

Contoh kalimat deskripsi: 

Mereka mengenakan pakaian yang berwarna putih dengan ikat kepala putih serta membawa golok.

Pakaian suku Baduy Dalam pun tidak berkancing atau berkerah.

KALIMAT SIMPLEK DAN KOMPLEKS

Kalimat simplek adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu struktur dengan satu verba utama. Contoh :  Di pangkalan itu pemulung mencoba mengais rezeki.

Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri atas lebih dari satu aksi, peristiwa, atau  keadaan, sehingga mempunyai lebih dari satu verba utama.

  1. Kalimat Kompleks Parataktik yaitu kalimat kompleks yang terdiri atas dua struktur atau lebih, yang dinyatakan dengan hubungan konjungtif sejajar dengan makna. (dan, tetapi, atau)  Contoh : Parni dan parno terpaksa hidup di pinggiran Jalan Ciateul, Bandung.
  2. Kalimat Kompleks Hipotaktik merupakan kalimat kompleks yang dapat dinyatakan dengan hubungan konjungtif tidak sejajar dengan makna. (apabila, jika, karena, ketika, jadi, sebelum itu, setelah itu dan meskipun) Contoh: Proses pengangkutan sampah tidak cepat selesai karena petugas  kebersihan harus membersihkan sampah di pangkalan terlebih dahulu.

LANGKAH-LANGKAH MENGIDENTIFIKASI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

  1. Membaca/ mengamati teks secara seksama.
  2. Memahami struktur dan isi teks
  3. Mengenali bahasa yang digunakan
  4. Menentukan identifikasi karakteristik teks

LANGKAH-LANGKAH MENGABSTRAKSI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

  1. Membaca teks laporan yang akan diabstraksi.
  2. Menentukan ide-ide pokok dalam teks laporan hasil observasi yang akan diabstraksi.
  3. Menentukan kalimat-kalimat utama dalam teks.
  4. Menentukan mana saja kata kunci dari teks.
  5. Merangkai kalimat dengan menggunakan kata kunci dalam teks.
  6. Menyusun teks menjadi abstraksi.

MENGEVALUASI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

Hakikat Evaluasi

KBBI (2008: 403) Evaluasi adalah penilaian, mengevaluasi adalah menialai, memberikan penilaian (KBBI,2008:403). Mengevaluasi teks laporan hasil observasi berati memberikan penilaian pada struktur teks. Teks laporan hasil observasi tersebut dinilai dari segi kelengkapan struktur teks. Apabila teks laporan hasil observasi tersebut terdapat struktur secara langsung, maka penilaian yang dilakukan adalah ketepatan dalam pembuatan isi dalam pembuatan strukturnya.

Langkah-langkah mengevaluasi teks laporan hasil observasi,

  1. Membaca/ mengamati teks laporan hasil observasi secara  seksama.
  2. Memahami struktur dan isi teks laporan hasil observasi.
  3. Mengenali bahasa yang digunakan.
  4. Menentukan kelebihan dan kekurangan teks laporan hasil  observasi.

Mengonverensi Teks Laporan Hasil Observasi.

Mengonversi menurut kamus KBBI adalah perubahan dari satu sistem pengetahuan ke sistem yang lain. Mengonversi teks adalah mengubah bentuk teks ke bentuk yang lain. Misalnya teks laporan hasil observasi menjadi puisi atau bentuk teks yang lain.

Kemampuan yang harus dikuasai dalam mengonversi teks laporan menjadi puisi yaitu pemahaman tentang struktur teks, tema, dan pemilihan kata. Untuk dapat menemukan atau menentukan tema dapat dilakukan dengan  cara membaca teks laporan secrara cermat, teliti dan berulang-ulang.

Langkah-langkah mengonverensi teks laporan hasil observasi

  1. Bacalah teks hasil laporan observasi dengan seksama
  2. Tentukan struktur teks laporan hasil observasi
  3. Rumuskan tema umum dari laporan tersebut untuk membantu mengonversi teks tersebut menjadi puisi.
  4. Tentukan makna yang terkandung dalam teks laporan hasil observasi. Pahami pada bagian deskripsi untuk membantu menuangkan ide dalam puisi
  5. Gunakan bahasa sendiri dengan tetap melibatkan kalimat dalam teks laporan.
  6. Gunakan telinga, mata, hati, peraba untuk menghidupkan imajinasi mengenai tema atau ide yang telah dirumuskan.
  7. Tuliskan hal-hal yang kita pikirkan, rasakan baik itu kegelisahan, kecewa, kegembiraan, simpati, dan lain-lain.
  8. Gunakan pilihan kata yang indah.