-->

Proposal Kegiatan dan Ilmiah (Materi)

Mengidentifikasi Informasi Penting dalam Proposal Kegiatan

Pengertian proposal menurut KBBI adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja, perencanaan secara sistematis, matang dan teliti yang dibuat oleh peneliti sebelum melaksanakan penelitian, baik penelitian di lapangan (field research) maupun penelitian di perpustakaan (library research). Tujuan proposal adalah memperoleh bantuan dana, memperoleh dukungan atau sponsor, dan memperoleh perizinan. Selain itu proposal dalam keperluan akademis atau ilmiah digunakan untuk melakukan penelitian sepertihalnya tesis, skripsi dan lainnya.

Proposal memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut.
  1. Untuk melakukan penelitian yang berkenan dengan masalah politik, ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya.
  2. Untuk mendirikan usaha kecil, menengah, maupun besar.
  3. Untuk mengajukan tender dari lembaga pemerintah atau swasta.
  4. Untuk mengajukan kredit pada bank.
  5. Untuk mengadakan kegiatan atau acara seperti seminar, diskusi, pelatihan, atau lomba.
Berdasarkan bentuknya, proposal terbagi menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

Proposal Formal

Proposal formal terdiri dari tiga bagian utama yakni bagian pendahuluan, isi proposal dan bagian penutup. Bagian pendahuluan terdiri dari sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan. Bagian isi proposal terdiri dari latar belakang, batasan masalah, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar) metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan kerugian. Jika proposal ilmiah susunannya BAB I Pendahuluan (latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian) BAB II Kajian Pustaka dan Landasan Teori (deskripsi teori, penelitian relevan, kerangka berpikir, hipotesis penelitian) BAB III Metode Penelitian (Lokasi penelitian, Waktu Penelitian, Bentuk dan Strategi penelitian/Metode dan teknik penyediaan data, sumber data, teknik pengumpulan data, Metode Analisis data, Teknik analisis).

Proposal Nonformal

Proposal nonformal tidak selengkap proposal formal dan biasanya disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat. Proposal nonformal harus selalu mengandung  masalah, saran, pemecahan dan permohonan.

Proposal Semiformal

Jenis proposal semiformal ini hampir sama dengan proposal nonformal karena tidak selengkap jenis proposal formal.

Istilah Kegiatan (Penelitian)

Istilah Keilmuan (Pendidikan)

Latar belakang

Kompetensi

Hipotesis

Kurikulum

Metode Penelitian

Psikologis

Populasi

Afektif

Sampel

Media Belajar

Kata Kerja Tindakan digunakan untuk menyatakan langkah-langkah kegiatan (metode penelitian), misalnya mengamati, melakukan, dan mendokumentasikan.

Kata Pendefinisian ditandai oleh kata adalah, merupakan, dan yaitu.

Kata Perincian ditandai oleh kata selain itu, pertama, kedua, ketiga.

Kata “Keakanan” misalnya akan, diharapkan, dan direncanakan. Hal ini disesuaikan dengan sifat proposal itu sendiri sebagai suatu usulan, rencana, atau rancangan program kegiatan.

Kata-kata Bermakna Lugas (Denotatif) tujuan menghindari kesalahan pemahaman antara pihak pengusul dan pihak penerima usul.

Menyusun Sebuah Proposal Ilmiah dengan Memerhatikan Esensi Karya Ilmiah.

Dalam menyusun sebuah proposal karya ilmiah perlu mengumpulkan banyak fakta melalui observasi langsung, kegiatan wawancara, dan menyebar angket. Fakta-fakta yang Anda temukan itulah yang menjadi dasar penyusunan wawancara.

Penyusunan proposal bisa dilakukan melalui observasi lapangan atau membaca literatur. Agar lebih mudah, lakukan analisis terhadap suatu masalah atau kebutuhan di lapangan terlebih dahulu. Dengan demikian, kita bisa mengajukan suatu kegiatan yang sesuai dengan kegiatan yang sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.

Untuk mengumpulkan fakta dan data yang menjadi pusat penyusunan proposal, perhatikan tiga hal, yaitu melalui observasi langsung, melakukan wawancara dengan narasumber, atau melalui penyebaran angket. Langkah berikutnya adalah membaca berbagai literatur untuk memperkuat temuan-temuan tersebut.

Penyusunan proposal harus diawali dengan kegiatan observasi lapangan atau membaca berbagai literatur. Langkah berikut adalah mengembangkan temuan-temuan tersebut ke dalam sebuah proposal yang lengkap (kelengkapan bagian-bagian proposal, mulai dari latar belakang sampai daftar pustaka, dan lampiran), jelas (kaidah kebahasaan lazim digunakan untuk proposal sehingga mudah dipahami oleh pembaca), dan menarik (teknik penyajiannya; tata letak; ilustrasi; dan pemilihan jenis huruf sehingga penerima usul tertarik untuk membacanya). Hal-hal tersebut dapat membantu proses pengesahan proposal yang dibuat.