Ciri-Ciri Nomina Bahasa Indonesia

Kata benda adalah semua kata yang dapat diterangkan atau diperluas dengan yang + kata sifat.

Terlepas dari segala macam prasangka dan prarasa yang sekarang sudah tertanam kuat dalam pikiran mereka yang sudah pernah mendapat pengajaran tata bahasa secara tradisional, maka sebenarnya sulit untuk menentukan apa sebenarnya nomina atau kata benda dalam bahasa Indonesia berdasarkan bentuknya.

Secara tradisional kata-kata seperti rumah, api, air, dan batu digolongkan dalam kata benda berdasarkan arti yang didukungnya. Arti yang dimaksud ditetapkan secara filosofis. 

Di pihak lain, kalau kita menggunakan asas ilmu bahasa modern, sebenarnya sukar juga untuk menentukan apakah sebuah kata termasuk dalam kata benda berdasarkan bentuknya.

Baca juga beragam artikel KEBAHASAAN biar keterampilan bahasamu makin jago. 

Namun ada juga kata-kata yang secara tradisional digolongkan dalam kata benda, mengandung juga kesamaan-kesamaan bentuk, misalnya:

  1. Perumahan, perternakan, perbuatan, pertunjukkan, pergerakan, persahabatan, persatuan, permusuhan, yang mengandung kesamaan bentuk per-an;
  2. Kecantikan, keagungan, kelembutan, kesatriaan, kerajaan, yang menganung kesamaan bentuk ke-an;
  3. Pelari, penari, penebus, pemberi, pengawal, penghibur, yang mengandung kesamaan bentuk pe-;
  4. Jembatan, timbangan, ukuran, tulisan, bacaan, hiburan, yang mengandung kesamaan bentuk -an.

Di sana-sini kita menemukan juga kata-kata yang menggunakan bentuk-bentuk tersebut, tetapi kata-kata itu dapat dimasukkan dalam kelas lain. Misalnya, pemalas dapat berarti “orang yang malas” atau “bersifat malas”; kehujanan yang bukan kata benda, karena berarti “kena hujan”.

Baca juga Pengertian Nomina atau Kata Benda

Walaupun di sana-sini terdapat penyimpangan ini, tidak dapat disangkal bahwa bentuk-bentuk seperti dikemukakan di atas adalah penanda nomina.

Karena itu, untuk menentukan apakah sebuah kata adalah kata benda atau tidak, akan dipergunakan dua prosedur.

  1. Penetapan dari segi bentuk, sebagai prosedur pencalonan, karena adanya penyimpangan seperti disinggung di atas;
  2. Penetapan dari segi kelompok kata (frasa atau raseologis) sebagai prosedur penentuan.

a. Bentuk Morfologis 

Dari sudut bentuk kata, semua kata yang mengandung morfem terikat (imbuhan) ke-an, per-an, pe-, -an, misalnya perumahan, perbuatan, kecantikan, pelari, dan jembatan kita calonkan sebagai kata benda.

Namun, di samping itu harus diingat bahwa ada sejumlah besar kata yang tidak dapat ditentukan sebagai kata benda dari segi bentuk, seperti meja, kursi, rumah, pohon, dan kayu.

Kedua kelompok kata ini, baik yang berimbuhan atau yang tidak berimbuhan, akan bertemu dalam prosedur berikut ini.

Baca juga Pengertian dan Jenis Pronomina

b. Kelompok Kata

Kedua kelompok kata benda seperti disebutkan di atas, dapat mengandung suatu ciri struktural yang sama, yaitu dapat diperluas dengan yang + kata sifat. Misalnya

  1. Perumahan yang baru   
  2. Pelari yang cepat                
  3. Kesadaran yang tinggi
  4. Jembatan yang panjang
  5. Ayah yang baik
  6. Anak yang nakal
  7. Meja yang besar
  8. Pohon yang tinggi

Jadi, dilihat dari struktur bahasa Indonesia, semua kata yang digolongkan dalam kata benda haruslah mengandung ciri-ciri itu dan dengan sendirinya ciri-ciri itu akan menjadi dasar untuk memberi batasan mengenai kata benda.

Dengan cara ini setiap orang yang dapat menetapkan sendiri, tanpa kesulitan, apakah sebuah kata itu kata benda atau tidak. Misalnya, kita akan bertanya apakah Tuhan, malaikat, angin, dan perbuatan adalah kata benda?

Baca juga Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Dari sudut bentuk hanya perbuatan dapat ditentukan sebagai kata benda karena ada morfem terikat per-an. Namun, Tuhan, malaikat, dan angin dari segi bentuk tak dapat ditetapkan sebagai kata benda. Kemudian, dari sudut fraseologis (kelompok kata), kita bertanya apakah kata-kata itu dapat diperluas dengan yang + kata sifat

Apakah kita dapat mengatakan:

  1. Perbuatan yang baik? Perbuatan yang buruk?
  2. Tuhan yang baik? Tuhan yang mulia?
  3. Malaikat yang baik? Malaikat yang suci?
  4. Angin yang kencang? Angin yang lembut?

Ternyata semua kata itu dapat diperluas dengan frasa yang + kata sifat. Jadi, kita mengambil kesimpulan bahwa kata-kata itu adalah kata benda.

Baca juga CERPEN dan PUISI untuk menghibur dan memotivasi jiwa dan pikiranmu setelah seharian lelah beraktivitas, bekerja, atau belajar.

Batasan

Kata benda adalah semua kata yang dapat diterangkan atau diperluas dengan yang + kata sifat.

*Disarikan dari buku Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia untuk Tingkat Pendidikan Menengah karya Gorys Keraf pada 1991 terbitan Grasindo.

Ruang Literasi dan Edukasi

Post a Comment

© Untaian Abjad. All rights reserved. Developed by Jago Desain