Psikologi Anak: Sejarah, Kedudukan dan Tugas, serta Manfaatnya bagi Pendidikan

Mempelajari psikologi anak merupakan kewajiban dalam pengembangan dan persiapan pengetahuan bagi calon pendidik dan juga calon orangtua.

Mempelajari psikologi anak merupakan sebuah kewajiban dalam pengembangan dan persiapan pengetahuan bagi para calon pendidik atau guru dan juga calon orangtua. Ilmu tersebut sangat dibutuhkan agar diri bisa membersamai dengan baik dan mampu memahami kebutuhan anak.

Dalam kesempatan kali ini, Mimin UA akan berbagi buah eksplorasi tentang psikologi anak meliputi sejarahnya, kedudukan, dan tugas psikologi anak. Berikut ini paparannya.

Sejarah Psikologi Anak 

Sebenarnya, pendidikan anak sudah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi Kuno, tetapi belum memandang anak itu sebagaimana mestinya. 

Pada abad ke-17, Yohan Amos Comenius merupakan sosok yang pertama kali memandang anak sebagai anak didik yang mempunyai sifat-sifat tertentu, yang tidak boleh dipandang sebagai orang dewasa. Ini tertulis dalam buku Didactita Magna.

Baca juga Unsur-Unsur dalam Sistem Pembelajaran

Pada abad ke-18 (abad rasinalisme) yang dipelopori oleh Jean Yaques Rousseau memandang anak sebagai anak.

W. Stern, mempelajari kehidupan anak sebagai tinjauan pendidikan dan ketabiban.

Frederich Frobel menaruh cinta kepada anak dalam kehidupannya dengan mendirikan taman kanak-kanak yang terkenal dengan nama Kinder Garden. Kinder artinya anak dan Garden artinya kebun; taman.

Wilhelm Preyer, terkenal delam penyelidikan tentang perkembangan anak sejak embrio sampai 3 tahun, yaitu tentang gerak-gerik perkembangan jasmani dan bahasanya.

G. Stenley Hall, mendirikan perkumpulan nasional untuk pendidikan kanak-kanak pada abad k19 merupakan perkembangan dalam ilmu jiwa. W. Stern, dalam bukunya Psikologi Anak yang membahas anak dari segi kepribadian.

Karl Buhler membahas masalah jiwa anak dalam tinjauan segi berpikir. K. Koffka meninjau dari segi ilmu jiwa Gestalt.

Ketiga tokoh ini mengikuti pandangan bahwa perkembangan jiwa itu bersifat asosiatif, yang sesuai dengan pandangan Johan Frederich Herbart.

Baca juga beragam artikel serupa di rubrik SELUK-BELUK DUNIA PENDIDIKAN

Kedudukan dan Tugas Psikologi Anak

Sehubungan dengan psikologi anak merupakan psikologi yang mempunyai objek sendiri, yaitu:

  1. Psikologi kanak-kanak dari 0-5 tahun.
  2. Psikologi anak dari 6-12 tahun.
  3. Psikologi remaja dari 12-20 tahun.
  4. Psikologi adolesen (psikologi umum).

Dengan demikian objek pokok dari psikologi perkembangan mempelajari tingkah laku anak dalam masa umur 6-12 tahun.

Dipelajari secara khusus ini karena dalam masa-masa ini tampak pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda dari masa-masa sebelum dan sesudahnya.

Jadi, psikologi anak mempelajari ciri-ciri khusus yang terdapat di antara masa kanak-kanak dan masa puber (remaja).

Baca juga beragam artikel tentang PSIKOLOGI PENDIDIKAN dan METODE PEMBELAJARAN

Manfaat Psikologi Anak bagi Pendidikan

Di atas telah dikemukakan bahwa mempelajari psikologi anak yakni untuk perkembangan itu sendiri, pengobatan dalam bentuk kelainan tingkah laku anak, dan dalam hubungannya dengan pendidikan.

Tokoh-tokoh yang menggunakan dasar pendidikan atas perkembangan psikologi perkembangan yaitu Forbel di Jerman dan Dr. maria Montessori di Amerika.

Langeveld berpandangan bahwa (1) perkembangan anak itu dipengaruhi oleh alam lingkunganya; (2) dalam usaha mendidik anak, pendidikan yang bertanggung jawab oleh karena itu pendidikan harus merumuskan sebaik-baiknya; dan (3) dalam usaha mendidik belum ada usaha sempurna, yaitu dalam usahanya mengembangkan yang positif yang ada pada anak.

Baca juga CERPEN atau PUISI untuk refreshing setelah seharian jenuh belajar, sekolah, bekerja, dan menunggu pesan dari kekasih.

Dalam pembahasan fase-fase perkembangan anak tiap ahli mempunyai pandangan yang berbeda-beda, misalnya:

Fase Anak Menurut Y. Byl

  1. Fase Bayi 0,0-0,2
  2. Fase Tetek 0,2-1,0
  3. Fase Pencoba 1,0-4,0
  4. Fase Menentang 2,0-4,0
  5. Fase Bermain 4,0-7,0
  6. Fase Sekolah 7,0-12,0
  7. Fase Pueral 11,0-14,0
  8. Fase Pubertas 15,0-18,0

Fase Anak Menurut Aristoteles

  1. Masa anak kecil bermain 0,0-7,0
  2. Masa anak belajar 7,0-14,0
  3. Masa pubertas menuju dewasa 14-21
Baca juga beragam opini dari para ahli di rubrik SUDUT PANDANG

Fase Anak Menurut Kretschmer

  1. Periode I (fullunge periode I) 0,0-3,0
  2. Periode I (storking periode) 3,0-7,0
  3. Periode II (fullunge periode) 7,0-13,-
  4. Periode II (storking periode II) 13,0-20,0

Fase Anak Menurut Mentessori

  1. Periode permainan dan pengaturan alat indra 0,0-7,0
  2. Periode perencanaan abstrak 7,0-12,0
  3. Periode mempertahankan diri 18-...

Fase Anak Menurut Sis Heyster

  1. Stadium I 4,0-8,0
  2. Stadium II 8,0-10,0
  3. Stadium III 10,0-12,0

Baca juga beragam TIPS belajar, pembelajaran, dan dunia keseharian.

Para ahli dalam mengamati perkembangan anak seakan-akan ada aturan tertentu, sehingga cenderung mengatakan aturan sebagai suatu hukum, yaitu:

  1. Hukum tempo perkembangan, artinya anak mempunyai tempo yang berlainan pada fase satu dengan fase lain.
  2. Hukum irama perkembangan, anak dalam perkembangan itu mempunyai irama sendiri-sendiri, ada yang lambat ada yang cepat.
  3. Hukum konvergensi, dalam perkembangannya anak itu terjadi dari pengaruh luar dan dalam.
  4. Hukum masa peka, dalam mengalami perkembangan tertentu ssampai pada puncaknya (masa peka).
  5. Hukum kesatuan organis, perkembangan meliputi psiko-fisis dan sosial individual.
  6. Hukum predistinasi, perkembangan itu terjadi karena kehendak kodrat.

Baca juga beragam artikel tentang IDEOLOGI-IDEOLOGI BESAR DI DUNIA

*Disarikan dari sumber-sumber literatur yang kredibel dan dari Buku Psikologi Belajar karya Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono terbitan Rineka Cipta 2013 

Ruang Literasi dan Edukasi

Post a Comment