Hal-Hal yang Mempengaruhi Perkembangan Manusia

Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia. Ada beberapa pandangan yang sering didiskusikan, yaitu konvergensi, nativisme, dan empirisme.

Dalam perkembangan manusia ada beberapa aliran atau pendapat. Diantaranya yang sering dibicarakan atau didiskusikan yakni konvergensi, nativisme, dan empirisme. Berikut ini penjelasannya.

Aliran konvergensi berpandangan bahwa perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh faktor dasar dan ajar. Aliran ini dipelopori oleh W. Stern.

Aliran nativisme berpandangan bahwa yang membentuk pribadi manusia itu berbentuk atau berasal dari faktor-faktor dari dalam. Aliran ini dipelopori oleh Yean Yaques Rousseau.

Aliran empirisme berpandangan bahwa pribadi manusia itu ditentukan oleh faktor dari luar. Teorinya disebut tabularasa. Padangan ini dipelopori oleh John Locke.

Baca juga beragam artikel serupa di rubrik SELUK-BELUK DUNIA PENDIDIKAN

Menurut teori Tabularasa atau faktor dari luar lebih menentukan pada faktor dari dalam.

W. Stern, mengemukakan bahwa pribadi manusia itu dibentuk dari kedua faktor, yaitu dari luar dan dalam. Faktor tersebut oleh Ki Hajar Dewantara dikenal faktor dasar dan ajar atau faktor pembawaan dan lingkungan.

Faktor rohani terdiri dari pikiran, perasaan, ingatan, fantasi, dan daya-daya jiwa yang lain.

Faktor dari luar itu sendiri terdiri dari faktor-faktor sosial dan non-sosial. Faktor sosial ini meliputi faktor sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Baca juga beragam artikel tentang PSIKOLOGI PENDIDIKAN dan METODE PEMBELAJARAN

Ki Hajar Dewantara dikenalkan dengan nama Tri Pusat Pendidikan.

Yang Non-Sosial meliputi yang hidup (organis) dan yang mati (an-organis)

  1. Yang Hidup itu ialah yang bergerak (misalnya: binatang) dan yang tidak bergerak (misalnya: tumbuh-tumbuhan)
  2. Yang tidak hidup ialah iklim, tanah, musim, benda-benda, lembah, gunung, pantai, laut, dan sebagainya.

Faktor-faktor luar inilah yang sering dikenal dengan lingkungan atau milieu.Baca juga CERPEN atau PUISI untuk refreshing setelah seharian jenuh belajar, sekolah, bekerja, dan menunggu pesan dari kekasih.

*Disarikan dari sumber-sumber literatur yang kredibel dan dari Buku Psikologi Belajar karya Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono terbitan Rineka Cipta 2013

Ruang Literasi dan Edukasi

Post a Comment