Sun Yet Sen dan Jose Rizal: Interkonesi Bangsa-Bangsa Asia

Bahasa ini sebagai lanjutan gambaran mengenai latar peristiwa kebangkitan dunia timur yang diawali oleh peristiwa Perang Dunia I dan interkoneksi bangsa-bangsa Asia dalam upaya menghadapi penjajah.

Kebangkita tersebut ditandai dengan ragam pergerakan seperti komunitas Jawi di Makkah, Mahatma Gandhi di India, Sun Yat Sen di Cina, dan Jose Rizal di Filipina. Kelompok tersebut menyebarkan ide-ide nasionalisme dan kemajuan lewat pers dan sastra.

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas terkait dengan Komunitas Jawi dan Mahatma Gandhi. Dalam artikel ini akan dibahas tentang Sun Yet Sen dan Jose Rizal.

Sun Yet Sen

Sun Yat Sen lahir pada 12 November 1866 di Xiangshan, Guangdong, Cina Selatan. Dia lahir dari keluarga petani miskin. Pendidikannya ditempuh di sekolah misionaris Inggris yang berlokasi di Hawaii selama tiga tahun, kemudian dilanjutkan di sekolah Amerika, Oahu College.

Baca juga kumpulan Materi Sejarah Kelas XI

Pada 1886, ia mendaftar sebagai mahasiswa sekolah kedokteran dan lulus pada 1892. Meskipun tidak mendapatkan pendidikan politik, Sun Yat Sen sangat ambisius membuat perubahan bagi Cina dengan menggulingkan Dinasti Qing yang sangat konservatif.

Sun Yat Sen mendirikan sebuah organisasi bernama Revive Cina Society (Xingzhonghui) yang menjadi cikal bakal kelompok revolusioner rahasia yang kemudian dipimpin oleh Sun. 

Dia juga mendirikan Liga Persatuan yang kemudian menjadi Partai Nasional Cina. Selama bertahun-tahun Sun Yat Sen secara rutin melakukan propaganda melalui jurnal rakyat, Minbao. 

Baca juga beragam artikel Sejarah di Indonesia

Dia menuliskan idenya tentang Tiga Prinsip Rakyat (Nasionalisme, Demokrasi, dan Penghidupan Rakyat). Teori Revolusinya yang mengidamkan berdirinya suatu negara dengan bentuk Republik Demokratis dikenal dengan istilah “San Min Chu I”.

Setelah melewati masa pengembaraan selama bertahun-tahun dengan tetap melakukan perjuangan menggulingkan Dinasti Qing dari luar negeri, Sun Yat Sen kembali ke Tiongkok dan melakukan gerakan revolusi yang membawanya menjadi pejabat presiden pertama Republik Tiongkok pada 1911—1912 dan 1923—1925.

Meskipun ia meninggal pada saat cita-citanya untuk menyejahterakan penduduk Cina belum tercapai, ia dianggap sangat berjasa dalam menyatukan wilayah Cina.

Baca juga artikel SOSOK dan PSIKOLOGI yang akan menghadirkan banyak inspirasi dan motivasi dalam melakoni hidupmu.

Jose Rizal

Jose Rizal (1861-1896) adalah seorang reformis Filipina dan sangat berbakat sebagai seorang sastrawan dan novelis. Masa kanak-kanaknya penuh kebahagiaan, namun ada satu hal yang membuat masa kecilnya menjadi suram, yakni menjalani kehidupan sebagai bangsa terjajah.

Bangsa Spanyol telah menguasai negaranya sejak 1521. Hampir setiap hari dia menyaksikan kerabatnya mengalami penindasan. Besar di keluarga yang berpikiran maju, Jose memiliki pemikiran Nasionalis dan ia sudah memiliki keinginan untuk berjuang sejak kecil.

Baca juga artikel KEBAHASAAN agar dalam menulis dan berbicara makin jago.

Jose Rizal adalah pelopor pergerakan nasionalisme Filipina. Melalui tulisan, dia menyadarkan rakyat bahwa mereka diperlakukan tidak layak oleh bangsa asing di negara sendiri. 

Karya-karyanya menjadi serangan tertulis terhadap Spanyol hingga ia dibenci oleh para penjajah. Semangat kebangsaan dan nasionalisme Jose Rizal semakin menggebu-gebu setelah melakukan pengembaraan intelektual ke Eropa (Samad, 2011).

Pada 3 Juli 1892, Jose Rizal membentuk Liga Filipina di Tondo. Namun liga tersebut tidak berusia panjang karena segera dibubarkan oleh pemerintah Spanyol.

Baca juga beragam CERPEN atau PUISI untuk menghibur dan memotivasi jiwa serta pikiranmu setelah seharian beraktivitas, bekerja, dan belajar.

Sementara itu pada 7 Juli 1892, karena tuduhan penghasutan, ia ditawan di Fort Santiago dan ia diasingkan di Dapitan selama 3 tahun. Ia sempat pergi ke Kuba namun dikembalikan lagi ke Filipina pada tahun 1896.

Di sana ia dihadapkan berbagai tuduhan hingga harus dihukum mati pada 30 Desember 1896 di Lapangan Bagumbayan.

Kendati Jose Rizal meninggal sebelum cita-citanya menuntut reformasi kebijakan tercapai, semangat perjuangannya menumbuhkan sikap nasionalisme rakyat Filipina yang memunculkan pergerakan-pergerakan yang lebih radikal dari yang dia lakukan, seperti Perlawanan Andreas Bonifacio dan Perlawanan Emilio Aquinaldo.

Baca juga beragam artikel Sudut Pandang dari berbagai tokoh berpengaruh, akademisi, dan para pemikir atau ahli.

*Disarikan dari sumber-sumber literatur yang kredibel.