Dampak Penjajahan Jepang di Bidang Pemerintahan dan Militer

Dampak Penjajahan Jepang di Bidang Pemerintahan dan Militer

Penjajahan Jepang selain berdampak pada bidang Sosial, Mobilisasi Perempuan dan Tenaga Kerja, serta Budaya dan Pendidikan, juga berdampak pada bidang Pemerintahan dan Militer. Berikut ini bahasan detailnya.

Dampak Penjajahan Jepang di Bidang Pemerintahan

Saat Jepang mulai berkuasa, pejabat-pejabat kolonial yang berasal dari orang Eropa disingkirkan, namun orang Indonesia dipertahankan atau bahkan dipromosikan. Mereka dapat menduduki jabatan yang dulunya hanya untuk orang Eropa.

Pada satu sisi, hal ini menguntungkan bagi sebagian orang Indonesia karena dapat memperoleh kekuasaan. Namun, di sisi lain hal ini menjadikan mereka sebagai kolaborator Jepang yang dalam beberapa hal berarti membantu Jepang menindas rakyat Indonesia.

Baca juga kumpulan Materi Sejarah Kelas XI

Para pejabat lokal ini sering kali berada dalam posisi yang dilematis karena jika mereka tidak tunduk pada Jepang, mereka akan dihukum berat atau bahkan dibunuh.

Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu dan Indonesia merdeka, beberapa pejabat lokal menjadi sasaran kemarahan rakyatnya seperti di beberapa kawasan Sumatra Timur (sekarang Sumatra Utara), Brebes, Tegal, dan Pemalang karena mereka dianggap ikut membantu Jepang menindas rakyat.

Berbagai peristiwa tersebut merupakan bagian dari sejarah kelam Indonesia yang harus dicegah agar tidak berulang di masa kini dan masa yang akan datang.

Selain transformasi struktur sosial dan pemerintahan, tentu saja masih banyak dampak penjajahan Jepang di Indonesia.

baca juga ragam artikel SEJARAH biar engkau menjaga pesan Soekarno "Jas Merah"

Dampak Penjajahan Jepang di Bidang Militer

Selain sekolah-sekolah yang bersifat umum, Jepang juga mendirikan sekolah militer di berbagai tempat untuk melatih orang-orang Indonesia yang tergabung dalam organisasi militer dan semi militer.

Ada beberapa organisasi militer penting yang juga didirikan oleh Jepang di Indonesia, yaitu, Heiho (prajurit pembantu Jepang), PETA (Pembela Tanah Air) di Jawa, dan Giyugun di Sumatra (Imran, 2012).

Beberapa organisasi semi militer pun didirikan seperti Seinendan (Barisan Pemuda Indonesia) dan Keibodan (Organisasi Keamanan).

Baca juga ragam artikel tentang PSIKOLOGI biar jiwamu aman di tengah kehidupan yang makin menggemaskan

Melalui berbagai pelatihan di organisasi militer maupun semi militer inilah para pemuda Indonesia memiliki bekal keterampilan militer yang nantinya sangat berguna pada periode berikutnya, yaitu saat Indonesia merdeka dan harus menghadapi kekuatan Sekutu (termasuk Belanda) yang datang setelah Jepang kalah perang.

*Disarikan dari sumber-sumber literatur yang kredibel

Ruang Literasi dan Edukasi

Post a Comment