-->

Lima Langkah Pertolongan Pertama Mimisan dengan Cepat dan Tepat

Mimisan atau tiba-tiba keluar darah dari hidung memang kerap membuat semua orang panik. Meski kelihatan mudah dan sederhana, namun masih banyak orang yang keliru saat melakukan pertolongan pertama mimisan. Kebanyakan orang memilih untuk berbaring, mendongakkan kepala ke belakang, atau menyumpal lubang hidung dengan tisu. Padahal, langkah yang dianggap pertolongan mimisan tersebut tidaklah benar.

Sebelum membahas lima langkah pertolongan pertama mimisan dengan cepat dan tepat alangkah lebih baiknya kita mengenali terlebih dulu apa penyebab mimisan.

Penyebab Mimisan yang Sering terjadi

Epistaksis atau dikenal oleh orang awam dengan istilah mimisan adalah kondisi ketika keluar darah dari dalam hidung. Keluarnya darah dari hidung atau mimisan dapat disebabkan oleh adanya gangguan atau masalah yang bisa diakibatkan oleh kebiasaan mengupil, menarik atau menghembuskan nafas terlalu keras, atau bagian dalam hidung yang terlalu kering karena perubahan suhu udara.

Biasanya darah keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung. Kondisi ini dapat tergolong ringan hingga berat. Keberlangsungan aliran tersebut bisa dari beberapa detik hingga 15 menit, bahkan lebih. Mimisan ini dapat terjadi kepada siapa saja, mulai dari anak-anak, orang dewasa, ibu hamil, sampai orang lanjut usia.

Pada kasus tertentu, mimisan juga dapat disebabkan oleh masalah pada hidung bagian yang sangat dalam dan umum terjadi pada orang dewasa. Misalnya, karena cedera atau patah hidung, tekanan darah tinggi, kondisi yang memengaruhi pembuluh darah atau gangguan pembekuan darah, dan efek samping konsumsi obat-obatan tertentu seperti warfarin.

Meski dapat mengancam nyawa, mimisan jarang sekali menandakan adanya gejala kondisi medis yang serius. Jika mengalami mimisan, Anda pun dapat melakukan langkah pertolongan mimisan dengan cepat dan tepat di rumah.

Langkah-Langkah Pertolongan Pertama Mimisan dengan Cepat dan Tepat

Berbaring atau mendongakkan kepala ke belakang, atau menyumpal lubang hidung dengan tisu bukanlah pertolongan pertama mimisan yang benar. Alih-alih menghentikan pendarahan, cara tersebut justru membuat darah tetap keluar dari hidung. Berikut ini adalah langkah pertolongan pertama mimisan dengan cepat dan tepat untuk menghentikan pendarahan dari hidung.

Duduk Tegak dan Condongkan Tubuh Ke Depan

Sebagian besar orang memilih untuk berbaring atau menengadahkan kepalanya ke belakang saat mimisan. Duduk tegak dapat mengurangi tekanan darah di pembuluh darah hidung. Dengan langkah ini, Anda dapat mencegah darah semakin banyak keluar dari hidung. Mencondongkan tubuh ke depan dapat membantu mencegah darah kembali masuk ke hidung atau saluran napas, atau tertelan, yang dapat menyebabkan iritasi pada perut. Kalau Anda berbading, darah justru bisa kembali masuk dan beresiko menyumbat jalan napas.

Mencubit Cuping Hidung

Masih dalam posisi duduk tegak, pertolongan pertama mimisan berikutnya adalah dengan mencubit cuping hidung. Gunakan ibu jari dan jari telunjuk Anda untuk mencubit cuping hidung selama 10-15 menit. Selama melakukan langkah pertolongan pertama mimisan ini, Anda bisa mencoba untuk bernafas dari mulut. 

Mencubit cuping hidung bertujuan untuk memberikan tekanan pada titik perdarahan di septum hidung sehingga darah dapat berhenti mengalir. Jika darah tetap keluar dari hidung setelah 10-15 menit pertama, ulangi mencubit cuping hidung pada 10-15 menit berikutnya. Namun, apabila darah hidung tetap keluar walaupun sudah mencubit cuping hidung berulang, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Gunakan Kompres Dingin

Pertolongan pertama mimisan lainnya adalah menggunakan kompres dingin. Anda bisa menggunakan kompres dingin pada hidung agar darah lebih cepat berhenti. Tetapi, jangan langsung menempelkan es batu ke hidung. Bungkus es batu dengan handuk atau kain lembut, kemudian tempelkan ke hidung untuk menghentikan mimisan.

Jangan Bernapas Melalui Hidung atau Mengeluarkan Darah Sendiri

Pertolongan pertama mimisan untuk mencegah pendarahan ulang adalah jangan bernapas melalui hidung, mengeluarkan darah dari hidung, dan tidak berbaring selama beberapa jam setelah mimisan. Sebaiknya, tetap posisikan diri Anda duduk tegak dan tidak berbaring untuk mengurangi tekanan darah di pembuluh darah hidung. Dengan ini, darah mimisan dapat berhenti dengan segera. Selain itu, Anda bisa juga mengoleskan petroleum jelly ke bagian dalam hidung dengan lembut meggunakan kapas atau jari tangan Anda guna mencegah pendarahan berulang.

Semprotkan Dekongestan

Jika setelah melakukan langkah pertolongan pertama mimisan di atas dan pendarahan kembali terjadi, tiuplah dengan kuat untuk membersihkan hidung Anda dari pembekuan darah. lalu semprot ke dua sisi hidung Anda menggunakan semprotan hidung dekongrestan yang mengandung oxymetazoline. Selain itu, Anda bisa kembali mencubit cuping hidung seperti langkah pertolongan pertama mimisan sebelumnya.

Segera temui dokter apabila mimisan tak kunjung berhenti

Apabila langkah pertolongan mimisan di atas tak kunjung membuat perdarahan berhenti, sebaiknya segera temui dokter. Terlebih jika darah terus mengalir lebih dari 30 menit. Anda juga perlu sesegera menemui dokter karena mimisan apabila:
    1. Anda merasa pusing dan pingsan.
    2. Minum obat pengencer darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    3. Mengalami gangguan pembekuan darah seperti hemofilia sehingga perdarahan tak kunjung berhenti.
    4. memiliki gejala anemia, seperti palpitasi jantung, sesak napas, dan wajah pucat.
    5. Mimisan sering kali datang dan pergi.
    6. Mimisan terjadi karena kecelakaan, seperti terjatuh, cedera di kepala, atau cedera hidung.
Mimisan atau keluar darah dari hidung jarang sekali menandakan adanya gejala kondisi medis yang serius. Anda pun bisa melakukan langkah pertolongan pertama mimisan dengan cepat dan tepat di rumah dengan langkah-langkah di atas. Jika langkah pertolongan pertama mimisan di atas tak kunjung membuat perdarahan berhenti, segera temui dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat sesuai penyebab mimisan yang Anda alami.

Referensi
NHS. | DMayo Clinic | Healthline.