-->

Pemakaian Verba



Dalam bahasa Indonesia ada dua dasar yang dipakai dalam pembentukan verba, yaitu verba dasar yang tanpa afiks atau berdiri sendiri karena memiliki makna, dan bentuk dasar yang berfiks atau turunan. Verba dapat dibedakan menjadi:

Verba Dasar Bebas merupakan verba yang berupa kata dasar (morfem) bebas. Contoh: makan, minum, mandi, pulang, tidur, meja, kursi, almari.

Verba Turunan merupakan verba yang telah mengalami afiksasi, reduplikasi, dan gabungan proses atau berupa panduan laksem. 

Sebagai bentuk turunan dapat kita jumpai:
Verba Berafiks
Contohnya : ajari, bernyanyi, bertaburan, bersentuhan, melahirkan, menyapu, memandikan, melahirkan, kematian, menjalani, kehilangan, berbuat, terpikirkan, mengedukasi.
Verba Bereduplikasi
Contohnya : bangun-bangun, ingat-ingat, makan-makan, lari-lari.
Verba Berproses Gabungan
Contohnya : bernyanyi-nyanyi, tersenyum-senyum, terbayang-bayang.
Verba Majemuk
Contohnya : cuci mata, campur tangan, unjuk gigi.


Dilihat dari banyaknya kata benda (nomina) yang mendampinginya, verba dapat dibedakan menjadi:
Kata Kerja (Verba) Intransitif yaitu  verba yang menghindarkan objek. 
Contohnya : pergi, pulang, kembali, bangun, bangkit, tiada.
Kata Kerja (Verba) Transitif yaitu verba yang bisa atau harus mendampingi objek. Verba transitif ada tiga jenis, yaitu.
Verba Monotransitif yaitu verba yang mempunyai satu objek.
Verba Bitransitif yaitu verba yang mempunyai dua objek
Verba Ditransitif yaitu verba transitif yang verbanya tidak muncul. Contohnya : Adik sedang makan.


Dilihat dari hubungan verba dengan nomina, dapat dibedakan menjadi:
Verba Aktif yaitu kata kerja atau verba yang subjeknya berperan sebagai pelaku. Verba demikian biasanya berprefiks me-, ber-, atau tanpa prefiks. 
Contohnya : Dia mencintai saya.; Saya makan nasi.
Verba Benefaktif atau Kausatif, bila ditandai oleh sufiks -kan. 
Contohnya : Ia membuatkan saya baju.; Ibu memasakkan kami makanan.
Verba Lokatif atau Repetatif, bila ditandai oleh sufiks -i, maka verba bermakna lokatif atau repetitif.
Contohnya : Pak tani menanami sawah.; Adik menyirami bunga.; Orang itu memukuli anjingnya.; Paman menguliti kambing.
Verba Pasif yaitu kata kerja atau verba yang subjeknya berperan sebagai penderita, sasaran, atau hasil. Biasanya diawali dengan prefiks ter-, atau di-.
Contohnya : Adik dipukuli kakak.; Buku itu terinjak olehku.
Pada umumnya verba pasif dapat diubah menjadi verba aktif yaitu dengan mengganti afiksnya.
Contohnya : Adik disayang ayah (pasif). Ayah menyayangi adik (aktif).; Meja itu terangkat oleh adik (pasif). Adik dapat mengangkat meja itu (aktif).
Verba Anti-Aktif yaitu verba pasif yang tidak dapat diubah menjadi aktif, dan subjeknya merupakan penderita. 
Contohnya : Ibu kecapaian di bus.
Verba Anti-Pasif yaitu verba aktif yang tidak dapat diubah menjadi verba pasif.
Contohnya : Ia haus akan kasih sayang. ; Pak tani bertanam singkong.

Dilihat dari interaksi nomina dan pendampingnya, dapat dibedakan menjadi:
Verba Resipkoral, yaitu verba yang menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh dua pihak, dan perbuatan tersebut dilakukan dengan saling berbalasan. Kedua belah pihak tersebut terlibat perbuatan.
Contohnya : Berkelahi, berperang, bersentuhan, berpegangan, bersalam-salaman, bermaaf-maafan.
Verba Non-Resirokal, yaitu verba yang tifak menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh dua pihak dan tidak saling berbalasan. dilihat dari sudut referinsi argumennya:
Verba berprefiks ber-, dan nominanya berpadu dengan prediks itu. 
Contohnya : bercermin, berdandan, berjemur.
Verba yang berprefiks me-, bersufiks -kan dan berobjek diri.
Contohnya : melarikan diri, membaringkan diri.
Verba Non-Refleksif, yaitu verba yang kedua argumennya mempunyai referen yang berbeda atau berlainan.

Dilihat dari sudut hubungan identifikasi antara argumen-argumennya, dapat dibedakan menjadi:
Verba Kopulatif yaitu verba yang mempunyai potensi untuk ditanggalkan tanpa mengubak konstruksi perdikat reduktif yang bersanguktan. 
Contohnya : adalah, merupakan
Verba Ekuatif yaitu verba yang mengungkapkan ciri salah satu argumennya.
Contohnya : menjadi, terdiri dari, berdasarkan, bertambah, berasaskan.
Verba Telis dan Atelis. Verba telis biasanya berprefiks me-, dan verba atelis berprefiks ber-. verba telis menyatakan bahwa perbuatan tuntas, sedangkan verba atelis menyatakan perbuatan belum tuntas atau belum selesai.
Contoh :
Pak tani menanam padi.
Pak tai bertanam padi.
Ia menukar pakaian itu.
ia bertukar pakaian.
Verba Perforamtif yaitu verba dalam kalimat yang secara langsung mengungkapkan pertuturan yang dibuat pembicara pada waktu mengajarkan kalimat.
Contohnya: berjanji, menanamkan, menyebutkan, mengucapkan.
Verba Konstantatif yaitu verba dalam kalimat yang meyatakan atau mengandung gambaran tentang suatu peristiwa. 
Contoh : menembaki, meluki.


NB. Dikutip dari berbagai sumbe.
Verba Performatif