-->

Mengenal Bapak Psikoanalisa dan Ilmu Warisannya (Sigmund Freud)

Gambar terkait
Sumber gambar steemit

Ketika berbicara Psikologi kita pasti langsung berpikir tentang sosok Sigmund Freud, bapak psikoanalisa dan sosok berpengaruh sepanjang masa. Sigmund Freud merupakan bapak Psikoanalisa. Manusia kontoversial dan orang berpengaruh sepanjang masa. Ia dibuat terkenal dengan hasil kerjanya yakni psikoseksual dan teori psikoanalitis. Neurologis dan psikiatris ini lahir pada 6 Mei 1856 dan meninggal pada 1939 sebagai Sigismund Schlomo Freud.

Manusia konroversial ini meskipun lahir di Freiburg, Moravia, dan meninggal di London, Inggris, namun ia adalah warga negara Wina. Wina merupakan tempat dimana ia menghabiskan 80 tahun kehidupannya. Apabila pada waktu itu Nazi tidak mencaplok Austria pada 1937, yang memaksa Freud mencari tempat perlindungan di Inggris, mungkin seluruh hidupnya akan dihabiskan di ibu kota Austria, kecuali pada tiga tahun pertamanya.

Freud lahir dari seorang pedagang wol berusia 41 tahun yang telah memiliki dua anak dari pernikahan sebelumnya. Ia lahir dari rahim Amalia yang waktu itu 20 tahun lebih muda dari ayahnya. Freud pindah ke Wina usai kegagalan bisnis ayahnya yang memaksa mereka harus meninggalkan Freiburg, Moravia. Neurologis dan psikiatris ini memiliki hidup yang panjang yakni lahir pada 6 Mei 1856 dan meninggal pada 1939 sebagai Sigismund Schlomo Freud. Terterang dalam satu periode paling kreatif dalam sejarah ilmu pengetahuan.

Freud pindah ke Wina pada usia tiga tahun, dan ia menyaksikan diterbitkannya buku Origin Of Species (Asal-Usul Spesies) yang ditulis oleh Charles Darwin (1809-1882). Buku ini dtakdirkan merevolusi konsepsi tentang manusia. Sebelum Darwin, manusia dipisahkan dari taksonomi kerajaan binatang semata-mata karena dia memiliki jiwa. Doktrin evolusioner menjadikan manusia sebagai satu bagian dari alam, seekor binatang dari binatang yang lain.  Diterimanya pandangan radikal itu berarti studi atas manusia haruslah berupa kelanjutan dari daris-garis naturalistik. Manusia menjadi objek dari studi ilmiah yang tak berbeda, kecuali dalam kompleksitasnya, dengan bentuk-bentuk kehidupan lain.

Tahun berikutnya ketika Freud berusia 4 tahun, Gustav Fachner (1801-1887) mendirikan ilmu psikologi. Ilmuan dan filsuf Jerman dari abad 19 ini pada tahun  1860 memperlihatkan bahwa pikiran pikiran bisa ditelaah secara ilmiah dan pikiran bisa diukur secara kuantitatif. Psikologi memiliki tempatnya diantara ilmu-ilmu pengetahuan alam yang lain.

Dua orang ini, memiliki dampak yang sangat besar terhadap perkembangan intelektual Freud, sepertihalnya yang menimpa banyak kaum muda lain dalam periode itu. Minat terhadap ilmu-ilmu biologis dan psikologi tumbuh subur sepanjang paruh kedua abad 19. Louis Pasteur (1822-1895) dan Robert Koch (1843-1910) melalui karya fundamentalnya tentang teori penyakit, mengukukhan ilmu bakteriologi; dan Gregor Mendel (1822-1884), melalui penyelidikannya atas kacang polong kebun membentuk ilmu genetika modern. Kehidupan ilmu pengetahuan berada dalam keriuhan yang kreatif.

Ada pengaruh lain yang memengaruhi Freud lebih mendalam lagi. pengaruh-pengaruh  ini datang dari fisika. Di pertengahan abad itu, fisikawan besar Jerman, Hermann von Helmholtz (1821-2894), merumuskan prinsip konservasi energi. Prinsip tersebut singkatnya menyatakan bahwa energi adalah kuantitas, tak beda dengan massa. Ia bisa ditransformasi, tapi tidak bisa dihancurkan. Ketika energi hilang dari satu bagian suatu sitem, ia haruslah muncul di lain bagaian dalam sistem tesebut. Sebagai contoh, sewaktu satu objek menjadi lebih dingin, objek di sampingnya akan menjadi lebih panas.

Studi atas perubahan-perubahan energi dalam suatu sistem fisis membawa pada penemuan-penemuan penting dalam ranah dinamika. Lima puluh tahun antara pernyataan Helmholtz tentang konservasi energi dan teori relatifitas Albert Einstein (1879-1955) merupakan zaman keemasan tentang energi. Termodinamika, medan elektromagnetik, radioaktivitas, elektron, teori kuantum-semua ini adalah beberapa prestasi dari separuh abad yang penting ini. Orang-orang seperti James Maxwell (1831-1879), Heinrich Hertz (1857-1894), Max Planck (1858-1947), Sir Joseph (1856-1940), Marie dan Pierre Curie (1867-1934 dan 1859-1906), James Joule (1818-1889), Lord Kelvin (1824-1907), Josiah Gibbs (1829-2903), Rudolf Clausius (1822-1888), Dmitri Mendeleev (1834-1907)- untuk menyebutkan beberapa saja dari para raksasa fisika modern- secara harafiah mengubah dunia melalui energi.

Sebagian besar alat-alay uang menghemat tenaga manusia yang membuat kehidupan kita sekarang jauh lebih mudah berasal dari pengaruh fisika abad 19. Kita sekarang ini masih terus saja menuai keuntungan-keuntungan dari zaman keemasan ini, sebagamana disaksikan oleh zaman atomik yang baru saja lahir.

Tapi zaman energi dan dinamika memberikan jauh lebih banyak lagi daripada hanya menyediakan perkakas elektronik, televisi, mobil, kapal terbang, bom atom dan bom hidrogen bagi manusia. Zaman ini menghiasi manusia dengan satu konsepsi manusia yang baru. Darwin mengonsepsi manusia sebagai binatang. Fechner membuktikan pikiran manusia tidaklah berada di luar ilmu pengetahuan tetapi bisa dimasukkan ke dalam laboratorium dan bisa diukur secara akurat. Fisika baru bahkan kemungkinan konsepsi manusia yang lebih radikal lagi. ini adalah pandangan bahwa manusia merupakan suatu sistem energi dan dia mematuhi hukum-hukum fisis yang sama yang mengatur gelembung sabun dan gerak benda-benda langit.

Sebagai seorang ilmuwan-muda yang tenggelam dalam riset biologis sepanjang seperempat terakhir abad 19, Freud hampir tidak bisa menghindarkan diri dari pengaruh fisika baru tersebut. Energi dinamika merembesi setiap laboratorium dan menulari pikiran para ilmuwan. Adalah suatu peruntungn baik bagi Freud, sebagai seorang siswa kedokteran, untuk berada di bawah pengaruh Ernst Wilhelm von Brucke (1819-1892). Brucke adalah direktur Laboratorium Fisiologi di Universitas Wina dan salah satu fisiolog terbesar pada abad tersebut. Berikutnya, Lectures on Psysiology (Kuliah-Kuliah tentang Fisiologi) yang dipublikasikan pada tahun 1974, setahun setelah Freud masuk sekolah medis, mengemukakan pandangan radikal bahwa organisme merupakan suatu sistem dinamis yang di dalamnya berlaku hukum-hukum kimia dan fisika. Freud sangat mengagumi Brucke dan tanpa waktu lama dia terindoktrinasi oleh pandangan fisiologi dinamis yang ini.

Berkeat kegeniusan Freud, sekitar 20 tahun kemudian dia akan menemukan hukum-hukum dinamika bisa diterapkan pada kepribadian manusia sebagaimana juga berlaku pada tubuhnya. Ketika dia sampai pada penemuannya ini, Freud melanjutkannya dengan menciptakan suatu psikologi dinasmis. Psikologi dinamis ialah psikologi yang menelaah transformasi-transformasi dan pertukaran-pertukaran energi yang terjadi di dalam kepribadian. Ini adalah prestasi terbesar Freud, dan merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam ilmu pengetahuan modern. Pastinya hal itu merupakan peristiwa krusial dalam sejarah psikologi.

Sumber utama dalam penulisan artikel ini adalah Psikologi Freud; Sebuah Bacaan Awal karya Calvin S. Hall, 1954.