-->

Biografi Rene Descrates

Hasil gambar untuk descartes
Sumber Gambar : WIkipedia

Masyarakat tempat Descrates hidup berciri aristrokat, yakni memberi tempat utama kepada elit dan bangsawan. Minat elit ini adalah pada masalah metafisika skolastik. Sementara itu, dari kalangan yang sama tumbuh minat baru terhadap matematika, geometri dan fisika yang mulai giat dipelajaro pada zaman itu. Dalam situasi macam ini, seperti juga yang dihadapi Bacon, Brunom dan Machiavelly, filsuf ini mengasilkan refleksinya.

Descrates lahir dari kalangan borjuis yang sedang mekar saat itu, di kota La Haye di wilayah Touraine. Ayahnya adalah seorang pengacara yang aktif berpolitik, sedangkan ibunya meninggal sejak kelahirannya. Kesehatan Descrates pun buruk. Seumur hidupnya, ia kerap diganggu sakit batuk yang tak kunjung sembuh, sementara ia sendiri enggan berurusan dengan dokter. Namun, otaknya encer.

“Sejak kecil aku diasuh lewat ilmu pengetahuan,” tulisnya. Di usia 8 tahun, ia disekolahkan di La Fleche, sekolah berikut asrama yang dikelola pater-pater Yesuit. Para Yesuit ini mengagumi kecerdasan Descrates, sampai ia mendapat hak istimewa untuk bangun terlambat. Agaknya, mereka maklum bahwa Descrates sering menemukan gagasan briliannya selagi di atas ranjang. Tentu privilege itu menimbulkan rasa iri pada teman-temannya.

Sampai usia tua, Descrates masih meneruskan kebiasaannya untuk terlambat bangun pagi. Selesai di La Fleche, Descrates ke Paris. Sejak itu ia menikmati masa mudanya dengan melancong sampai ke Belanda, Jerman, Hongaria, Swis, Italia, dan Swedia. Sebagai Pemikir modern yang tertama mempelajari persoalan metode berfilsafat, ia diberi gelar Father of Modern Philosophy. Ia menetap di Belanda selama 20 tahun dan meninggal di Swedia. Karya utamanya di bidang filsafat ialah Discourse on Method; Meditations dan Principles.


Sumber:
Zaprulkhan, Filsafat Modern Barat, Sebuah Kajian Tematik. 2018
F. Budu Hardiman, Filsafat Modern. 2004.
Jhon K. Roth, Persoalan-persoalan Filsafat Agama. 2003